Senin, 31 Oktober 2011

Stroke Bayangi Belasan Juta Jiwa Kaum Muda

Sebanyak 12 juta penduduk Indonesia berumur di atas 35 tahun berpotensi terserang stroke, selain ancaman penyakit dari jenis penyakit non-infeksi lainnya. Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi penyebab utama kejadian stroke di Indonesia.
Hal itu mengemuka dalam Sarasehan Nasional Peduli Stroke yang diadakan pada Sabtu (29/10) di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.
Menurut Kamil Kinali, Ketua Himpunan Peduli Stroke, prediksi angka tersebut diperoleh dari hasil penelitian Kantor Kementerian Kesehatan yang dikumpulkan dari seluruh rumah sakit di Indonesia. ”Perlu upaya komprehensif untuk mengendalikan faktor risiko stroke di tengah masyarakat,” kata Kamil, Sabtu lalu.
Oleh karena itu, pemerintah harus mengembangkan langkah- langkah strategis untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Salah satunya adalah dengan sosialisasi yang lebih gencar tentang penyebab stroke, pencegahannya, pengobatan, hingga penatalaksanaan pemulihan serangan stroke.
Stroke adalah kerusakan otak akibat sumbatan pada pembuluh darah otak atau pecahnya pembuluh darah di otak. Menurut Salim Haris, dokter ahli saraf Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), sebagian besar stroke disebabkan oleh sumbatan (sekitar 85 persen) dan sisanya karena perdarahan (15 persen).
Kerusakan otak menyebabkan kecacatan sehingga sangat memengaruhi kualitas hidup penderita atau keluarganya. Selain kehilangan kemampuan fisik, penderita stroke juga mengalami kemunduran kognitif.
Peringkat pertama
Di Indonesia, stroke merupakan penyebab utama kematian yang disebabkan penyakit non- infeksi. Temuan kasusnya terbilang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Menurut Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2008, prevalensi jumlah penderita stroke mencapai 8,3 per 1.000 populasi di Indonesia. Dengan jumlah populasi sekitar 211 juta jiwa, berarti terdapat sekitar 1,7 juta penderita stroke. Jumlah itu dari tahun ke tahun diperkirakan terus bertambah.
Seiring pertambahan usia, angka kejadian stroke terus bertambah. Setiap kali penambahan usia 10 tahun, dihitung dari masa usia 35 tahun, risiko stroke meningkat dua kali lipat. Sebanyak 5 persen orang Indonesia berusia di atas 65 tahun pernah mengalami setidaknya satu kali serangan stroke.
Menuju usia produktif
Widjaja Laksmi, dokter spesialis fisik dan rehabilitasi medik RSCM, mengatakan, jumlah penderita stroke yang lolos dari kematian semakin banyak berkat kemajuan teknologi di bidang kesehatan. Namun, mereka yang pernah terserang stroke lebih banyak meninggalkan gejala sisa yang berat.
”Pola makan tidak sehat, pola hidup yang penuh stres (tekanan), serta kurang olahraga akibat kesibukan menjadikan stroke bergeser ke usia produktif,” kata Widjaja. Untuk membantu pemulihan pasien stroke, 14 rumah sakit di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) membuka klub- klub stroke yang kemudian berada di bawah Himpunan Peduli Stroke.
Untuk menghindari serangan stroke, setiap individu hendaknya memperhatikan gaya hidup, selain memahami faktor risikonya masing-masing. 

Kamis, 20 Oktober 2011

Manfaat sperma bila di telan

Banyak cara untuk melampiaskan libido biologis dengan pasangan kita. posisi dan gaya dalam melakukan hubungan sex pun bermacam-macam dan itu sjah-sjah saja selagi dari masing-masing pasangan mendapatkan kesenangannya. Salah satu bagian dari sex activity adalah oral sex. beberapa dari wanita menyukai hal ini, sebagaimana pria sangat menyukainya, tapi sebagian dari wanita kurang menyukainya lantaran aktivitas ini kadang merepotkan sang wanita ketika pria sudah mencapai klimaks nya.semprotan sperma yang kemana-mana merupakan alasan wanita untuk menolak hal ini.Apalagi jika sudah ada bagian yang tertelan, rasa mual dan ingin muntah yang dipaksakan kadang terjadi pada wanita yang kurang terbiasa. Dan hal ini sangat di sayangkan, karena itu semua akan merusak klimaks libido masing-masing.
Akan tetapi, tahukan engkau wahai para wanita jika menelan sperma itu sangat menguntungkan bagi kalian? ada banyak zat dan hormon yang terkandung dalam sperma, yang justru sangat di butuhkan oleh tubuh kita.
Komposisi sperma adalah sebagai berikut:

Komposisi kimia …………..( Dalam mg/100 ml )

Ammonia ……………………………2
Ascoric Acid ……………………..12,8
Ash …………………………………..9,9 %
Calcium ……………………………25
Carbon Dioxide …………..54 ml/100 ml
Chloride …………………………155
Cholesterol ………………………80
Citric Acid ……………………….376
Creatine …………………………..20
Ergothioneine ………………..Trace
Fructose ………………………..224
Glutathione ………………………30
Glycerylphorylcholine ………54-90
Inositol ……………………………..50,57
Lactic Acid ………………………..35
Magnesium ……………………….14
Nitrogen, nonprotein(total) …913
Phosphorus,acid-soluble …….57
Inorganic ………………………….11
Lipid ………………………………….6
Total (lipid) ………………………112
Phosphorylcholine ………….250-380
Potassium …………………………89
Pyruvic Acid ………………………29
Sodium ……………………………281
Sorbitol ……………………………..10
Vitamin B 12 ……………….300-600 ppg
Sulfur …………………………3 % (of ash)
Urea …………………………………72
Uric Acid ……………………………..6
Zinc ………………………………….14
Copper ………………………0,006-0,024

Komposisi yang bermanfaat bagi tubuh diantaranya adalah :

1. Calcium
Komposisi ini sangat berguna untuk tulang dan gigi bahkan untuk menjaga fungsi otot dan syaraf.

2. Citric Acid
Berguna untuk mencegah penggumpalan darah dalam tubuh

3. Creatine
Berguna untuk menambah tenaga dan pembentukan otot dan juga dapat berfungsi sebagai pembakar lemak dalam tubuh

4. Ergothioneine
Berfungsi sebagai pelindungan kulit dari kerusakan DNA

5. Fructose
Dapat berfungsi sebagai pencerna gula dalam tubuh yang sangat bermanfaat sebagai pencegah penyakit diabetes.
Kebanyakan Fructose juga berbahaya karena bisa menyebabkan penyakit asam urat.

6. Glutathione
Komposisi kimia ini sangat berguna sebagai obat pencegah kanker, mencegah penggumpalan darah selama operasi
dan menambah kemanjuran obat kemoterapi.

7. Inositol
Berfungsi mencegah kerontokan pada rambut

8. Lactic Acid
Berfungsi sebagai bahan untuk luka bakar dan luka pembedahan

9. Lipid
Berfungsi sebagai pembakar lemak

10.Pyruvic Acid
Berfungsi sebagai penyubur

11.Sorbitol
Dipergunakan oleh ahli farmasi sebagai bahan untuk mengatasi sembelit

12.Urea
Berfungsi untuk mengeluarkan nitrogen yang berlebih dalam tubuh

13.Uric Acid
Berguna sebagai pencegah penyakit diabetes tetapi kebanyakan Uric Acid akan menyebakan penyakit encok, dll

14.Sulfur
Berguna untuk menghaluskan kulit.

15.Vitamin B12
Sebagai penambah stamina

16.Zinc
Berguna sebagai obat jerawat.

Bukan main, jadi mulai sekarang tidak ada alasan jijik lagi jika wanita harus menelan sperma milik pasangannya. 

Rabu, 12 Oktober 2011

Kawin Muda Beresiko Kelainan Mental


Studi di India dan Afrika menunjukkan bahwa pernikahan dini sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko transmisi HIV, kehamilan yang tidak diinginkan, dan kematian bayi baru lahir. Anehnya, pengaruh pernikahan dini pada kesehatan mental tidak pernah dipelajari. Padahal, di Amerika hampir satu dari 10 perempun menikah di bawah usia 18 tahun.
Inilah yang menyebabkan Centre for Addiction and Mental Health di Toronto mengadakan penelitian untuk memahami bagaimana pernikahan dini memengaruhi kesehatan mental pada kaum perempuan. Dari penelitian yang dilakukan terhadap hampir 18.645 perempuan menikah atau yang sudah pernah menikah, terlihat bahwa mereka yang menikah dini cenderung menghadapi risiko penyakit mental yang lebih tinggi daripada perempuan menikah lainnya.
Yang diperhitungkan sebagai masalah kesehatan mental di sini antara lain kelainan depresif, kelainan kepribadian antisosial, dan ketergantungan pada nikotin (studi ini mengklasifikasikan ketergantungan tembakau sebagai masalah mental). Sebanyak 53 persen dari pengantin di bawah usia 18 tahun ternyata mengidap sedikitnya satu kelainan. Hanya 49 persen dari mereka yang menikah pada usia yang lebih tua yang dipengaruhi oleh satu dari beberapa kondisi tersebut. Selisihnya memang tipis, namun para peneliti menganggap perbedaan tersebut cukup signifikan secara statistik.
Tidak jelas mengapa perempuan yang diteliti memilih menikah sebelum memasuki masa dewasa, namun tampaknya faktor kehamilan memegang peranan penting. Hampir separuh dari perempuan yang menikah dini ternyata hamil di usia remaja, dibandingkan dengan hanya 3 persen dari mereka yang menikah pada usia dewasa. Apakah menikah menikah muda itu yang menjadi alasan mengapa perempuan lebih cenderung memiliki kelainan, ataukah karena mereka harus mengurus anak di usia muda?
Penelitian yang dimuat di jurnal Pediatrics ini memang tidak dapat memastikan apakah pernikahan dini itulah yang berada di balik angka problem mental yang tinggi, karena ada faktor-faktor lain yang bisa memengaruhinya.

"Yang kami miliki saat ini hanya bukti tak langsung bahwa pernikahan dini mungkin memberikan pengaruh negatif pada kesehatan mental," jelas Dr Yann Le Strat, psikiater di Louis-Mourier Hospital of Paris di Colombes, Perancis, yang juga peneliti di Centre for Addiction and Mental Health, Toronto.

Satu hal yang jelas, menurut Linda J. Waite, profesor sosiologi di University of Chicago yang mengamati masalah perkawinan, baik pria maupun wanita yang menikah muda cenderung akan bercerai. Apakah perceraian tersebut yang kemudian menyebabkan masalah kesehatan mental? Angka perceraian lebih tinggi akan menurun ketika mereka berada di usia pertengahan 20-an, demikian menurut Waite.

Pernikahan dini cenderung lebih rapuh, antara lain disebabkan kadar testosteron pada pria muda yang terlalu tinggi. "Mereka juga terkait dengan berbagai bentuk perilaku yang membuat mereka menjadi suami yang buruk, seperti tidak setia, sering menganiaya, dan sulit berbaur dengan orang lain. Argumentasi lainnya adalah karena anak muda masih berusaha memahami banyak hal, berusaha mapan, dan mencari identitas diri mereka. Jika Anda menikah muda, Anda tidak tahu siapa yang Anda nikahi dan orang tersebut mungkin akan berubah," papar Waite.

Meskipun masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut, temuan ini sudah cukup membuat para peneliti untuk mendukung dihentikannya pernikahan dini di Amerika. Mengingat banyaknya perempuan yang dipaksa atau terpakssa menikah muda, Waite prihatin bahwa hal ini akan menjadi masalah baru.

Jangan pilih es krim saat kencan, knp??


Menyeruput secangkir cokelat hangat sambil berselimut tebal saat hujan turun pastinya sangat nikmat. Atau mandi dengan air hangat usai menghadapi situasi kantor yang menyebalkan, pasti sangat menyegarkan. Hal ini membuktikan bahwa suhu hangat bisa menjadi kunci untuk menghangatkan perasaan dan menenangkan hati.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ijzerman dan Semin, penulis buku The Thermometer of Social Relations: Mapping Social Proximity on Temperature, menunjukkan adanya hubungan antara kehangatan fisik dengan kehangatan psikologis. Sebagai contohnya, duduk di sebuah ruangan yang hangat bisa membuat Anda dan pasangan lebih dekat satu sama lainnya.
Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan William dan Bargh dalam bukunya yang berjudul Experiencing Physical Warmth Promotes Interpersonal Warmth. Menurut mereka, minum secangkir kopi panas bisa membantu Anda lebih tenang dan bersikap lebih baik. Secangkir kopi panas juga bisa membuat Anda dan pasangan lebih nyambung dan santai saat berkencan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa bagian otak yang sama bereaksi terhadap kehangatan fisik yang berimbas pada kehangatan psikologis.
Kehangatan psikologis bisa membuat Anda merasa tenang dan lebih baik. Hal inilah yang kemudian akan memberikan suatu perasaan nyaman dan tenang ketika sedang ngobrol dengan si dia. Suasana hangat dan ketenangan hati membantu Anda untuk bersikap lebih baik di hadapan pasangan, sehingga si dia makin terpikat.

Namun, hal kebalikannya pun berlaku juga. Perasaan yang dingin, yang disebabkan oleh sesuatu yang dingin seperti memegang es batu, akan berpengaruh pada perasaan hati seseorang. Orang yang merasa kedinginan akan merangsang jaringan saraf dan bagian otak lainnya sehingga menciptakan perasaan sendirian dan diacuhkan orang lain. Faktanya, membuat orang dalam suasana "dingin" cenderung lebih memberikan efek negatif daripada saat merasakan hangat dan dicintai.
Maka, akan lebih baik jika Anda mengajak pasangan berkencan dan menikmati kopi dibanding dengan menikmati es krim. Namun, hal ini tidak berarti bahwa semangkuk es krim yang menyegarkan selalu berdampak negatif pada pasangan. Sah saja jika ingin menikmati es krim saat kencan, karena dinginnya es krim malah bisa mendinginkan suasana hati yang sedang panas. Seperti yang diungkapkan Wang dan Anderson, penulis buku Is The Curve Relating Temperature to Aggression Linear Or Curvilinear?, bahwa suhu panas dalam diri seseorang bisa saja berhubungan dengan perilaku agresif seseorang. Jika mengalami hal ini, maka es krim bisa saja mendinginkan suasana dan hati-nya. 

kenapa orang gampang cemburu


Semua orang pasti pernah memiliki perasaan cemburu saat menyadari pasangannya menaruh perhatian pada orang lain. Bohong saja kalau Anda tidak pernah memiliki rasa cemas ketika Anda melihat rekan kantor si dia yang berpenampilan lebih menarik dari Anda. Atau, mungkin Anda merasa jauh lebih hebat daripada mantan kekasih Anda, jika Anda tak pernah merisaukan hal semacam itu.
Bahkan ketika Anda dan pasangan sudah berpikir tentang masa depan pun, seringkali Anda masih mengungkit masa lalunya dan menjadikan hal itu sebagai hambatan dalam hubungan. Apa jadinya ketika perasaan cemburu itu terus terbawa perasaan, sehingga menyebabkan ketidakpastian masa depan Anda dan si dia nantinya?
Beberapa pakar psikologi menjelaskan bagaimana cemburu dapat mengganggu hubungan Anda, dan bagaimana cara menghentikannya.

Anda merasa harus tahu segala hal tentang si dia
Menurut psikolog klinis yang berbasis di Australia, Dr Lissa Johnson, Anda mungkin memberitahu pasangan bahwa Anda hanya ingin tahu mengenai masa lalunya. Namun hal ini sebenarnya Anda tanyakan untuk mendapat kepastian mengenai cintanya pada Anda.

"Masih banyaknya hal yang tidak dibicarakan secara terbuka dengan Anda mengisyaratkan bahwa si dia membandingkan Anda dengan pasangan sebelumnya, dan mencari kelemahan Anda," ungkap Johnson. "Jadi, mencari informasi mengenai mantan kekasihnya, atau menginterogasinya tentang hubungan mereka dulu sebenarnya merupakan upaya untuk mendapat kepastian bahwa Anda istimewa untuk dirinya."

Meskipun memuaskan rasa ingin tahu Anda itu bisa mengurangi kecemburuan dalam jangka pendek, Johnson mengatakan bahwa hal itu bisa memicu kekacauan dalam jangka panjang. Anda merasa menerima ancaman, dan berusaha melakukan sesuatu untuk meredakan kegelisahan yang Anda rasakan. Misalnya, Anda berpikir, "Aku yakin dia tidak mencintaiku sebesar cintanya pada mantannya, jadi aku harus menyelidiki hal ini." Dengan berpikir bahwa ancaman ini memang ada, rasa takut itu akan semakin kuat, dan semakin kuat pula keinginan Anda mencari kepastian.
Perilaku seperti ini mungkin dapat menjadi ramalan yang Anda buat sendiri. "Mungkin saja pasangan sebenarnya memuja Anda, tapi capek dengan desakan Anda yang terus-menerus mengenai kepastian yang Anda inginkan," kata Johnson. "Lama-kelamaan, ia mungkin mulai menjauhkan diri secara emosional dari Anda, dan akhirnya menjauh secara fisik."
Wajar saja sih, bila Anda menginginkan yang terbaik dari pasangan. Jarang sekali ada manusia yang tidak memiliki keraguan atau ketidaknyamanan mengenai hasratnya, demikian menurut Johnson. Hanya saja, ketimbang menghabiskan energi dengan mengorek-orek masa lalunya, lebih baik cari tahu apa yang Anda inginkan untuk menjadi pasangannya. Apa yang bisa Anda lakukan untuk melanggengkan hubungan Anda. Fokuslah pada hal-hal tersebut.

Anda tidak mampu menerima ketika ia mengungkapkan kekagumannya pada orang lain
Misalnya, si dia berkomentar tentang betapa seksinya kaki jenjang yang dimiliki para model, lalu membandingkan dengan kaki Anda yang berbulu. Si dia berbincang dalam waktu yang lama dengan seorang perempuan, dan Anda mulai berprasangka bahwa pasangan Anda punya maksud-maksud tertentu terhadap perempuan itu. Mengapa Anda bisa bereaksi begitu kuat terhadap pemandangan seperti ini?
"Kecemburuan bisa menjadi suatu reaksi terhadap hasrat dan harapan yang tidak diakui dari orang yang cemburu itu," jelas Dr Matthew Bambling, psikolog klinis dan pengajar senior di Australian Catholic University.
Orang yang cemburu seringkali tak mau mengakui bahwa mereka juga tertarik pada orang lain, atau berjuang dengan keterbatasan hubungan jangka panjang. Ketimbang mengakuinya, mereka mengalihkannya pada pasangan, kemudian menuduh pasangan melakukan hal-hal yang tidak mereka lakukan. Hal ini menjadi cara yang hebat, tapi merusak, untuk melenyapkan perasaan tidak diinginkan atau pikiran-pikiran bersalah.

Nah, ketika Anda sudah semakin matang, seharusnya Anda sudah mampu mengendalikan keinginan untuk mengonfrontasi pasangan atas apa yang dilakukannya.