Kamis, 25 Agustus 2011

8 Makanan Musuh Lemak Jahat


KOMPAS.com - Sinergi antara diet seimbang dan olahraga rutin terbukti efektif membantu menurunkan berat badan. Untuk menjalan diet seimbang, penting artinya untuk memilih makanan yang sehat, untuk menjaga berat badan tetap ideal.
Untuk langsing, Anda sebenarnya tak perlu memaksakan diri mati-matian berdiet ketat atau tidak makan. Lewat konsumsi makanan tertentu, Anda justru bisa memerangi kadar lemak di dalam tubuh. Berikut ini adalah makanan yang mungkin tidak pernah Anda sadari mempunyai kemampuan untuk berperang melawan lemak :
1. Kacang Almond
Menurut studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Obesity, orang yang mengonsumsi 85 gram (sekitar 3 ons) kacang almond setiap hari dapat mengurangi berat badan dan indeks massa tubuh (BMI) sebesar 18 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak konsumsi kacang almond.
Almond memiliki kandungan asam alfa-linolenat (ALA) yang tinggi dan dapat mempercepat metabolisme lemak. Selain itu, almond juga kaya akan kandungan serat, protein dan lemak baik, yang berdampak pada pemenuhan selera, sehingga Anda cenderung tidak memiliki hasrat untuk makan berlebihan.
2. Jeruk
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Arizona State University, mereka yang jumlah asupan vitamin C-nya cukup dengan mengonsumsi buah-buahan segar seperti jeruk dan stroberi, dapat mengoksidasi lemak lebih dari 30 persen. Para peneliti menemukan, vitamin C dalam aliran darah berfungsi untuk membentuk karnitin (zat yang membantu sel-sel kita membakar lemak).
3. Telur saat sarapan
Sebutir telur mengemas berbagai nutrisi yang baik untuk kesehatan termasuk protein, besi, seng, vitamin A, D, E, dan B12. Makan telur saat sarapan akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama sehingga dapat mengurangi nafsu makan Anda pada jam berikutnya.
4. Ikan 
Ikan tidak hanya membuat jantung Anda sehat, tetapi juga dapat mengecilkan lingkar pinggang Anda. Asam lemak Omega-3 meningkatkan sensitivitas insulin yang membantu membangun otot dan menurunkan lemak perut.
5. Kedelai
Kedelai mengandung lesitin, yang membantu sel-sel Anda tidak menumpuk lemak. Kedelai juga berfungsi memecah simpanan lemak dalam tubuh, menurunkan kolesterol, trigliserida, dan meningkatkan HDL (kolesterol baik).
6. Tomat
Tomat mengandung oligofructose, serat yang membantu mempertahankan efek cholecystokinin (CCK) dalam perut Anda. CCK adalah hormon yang dikeluarkan usus kecil dalam merespons adanya lemak dan meningkatkan perasaan kenyang dengan mengencangkan katup antara perut dan usus Anda.
Hal ini dapat mencegah Anda untuk tidak makan berlebihan. Tomat juga mengandung vitamin C yang membantu dalam produksi karnitin. Penelitian telah menunjukkan bahwa karnitin dapat membantu mempercepat pembakaran kapasitas lemak tubuh hingga sepertiga-nya.
7. Kayu manis
Menurut peneliti di United States Department of Agriculture (USDA), mengkonsumsi seperempat hingga satu sendok teh kayu manis sehari dengan makanan bisa membantu metabolisme gula hingga dua puluh kali lebih baik. Hal ini menyebabkan kadar gula dalam aliran darah berkurang, yang berarti lebih sedikit lemak yang tersimpan.  
8. Yogurt
Yogurt sebagai makanan yang kaya kalsium dan bebas lemak dapat meningkatkan mekanisme pembakaran lemak dalam tubuh, sehingga mempercepat penurunan berat badan. Riset para ahli di University of Tennessee menemukan bahwa orang dewasa gemuk yang makan 3 porsi yoghurt bebas lemak sehari (sebagai bagian dari diet rendah kalori), berhasil menurunkan berat badan lebih dari 22 persen, lemak 61 persen,  dan pengurangan lemak perut 81 persen lebih banyak dibandingkan mereka yang mengikuti diet rendah kalori tanpa yoghurt.
Menurut para peneliti, memenuhi kebutuhan kalsium harian juga dapat membantu tubuh membakar lemak lebih efisien. Sebaliknya, jika tidak cukup mendapatkan asupan kalsium akan memicu pelepasancalcitriol atau hormon yang memicu penimbunan lemak.


OLEH YUNI IKAWATI
Kanker hingga kini menjadi pembunuh nomor satu di dunia dan Indonesia. Berbagai upaya medis ditempuh untuk menaklukkannya, salah satunya dengan listrik statis berdaya rendah. Dalam uji coba, teknik ini bisa menyembuhkan tiga kasus kanker stadium lanjut.
Kanker atau tumor terbentuk akibat mutasi gen yang tak terkendali sehingga menjadi sel yang tidak diperlukan tubuh. Pertumbuhan kanker dapat berlangsung beberapa bulan hingga tahunan.
Selama ini,  kanker sangat sulit dibasmi karena mekanisme kerja molekulernya yang rumit, hingga mampu menyebar atau bermetastatis ke bagian tubuh lain.
Berbeda dari sel normal, sel kanker dapat terus tumbuh atau bereplikasi. Sel kanker juga mampu menginvasi jaringan di sekitarnya dan membentuk anak sebar.
Karena sifatnya itu, beberapa obat antikanker dikembangkan, antara lain berdasarkan aktivitas molekuler dari sel kanker itu.
Selain itu, pada terapi banyak dilakukan pengangkatan jaringan kanker dikombinasi dengan kemoterapi. Namun, cara ini seringkali menimbulkan efek samping negatif, antara lain matinya sel normal pada tubuh dan meningkatnya keganasan sel itu.
Tahun lalu, pakar tomografi, Warsito Purwo Taruno, menemukan cara baru menaklukkan kanker, yaitu dengan medan listrik statis disebut electrical capacitance volume tomography (ECVT).
Di bidang medis, aplikasi teknologi tomografi yang dikenalkan tahun 1972 masih sebatas untuk pencitraan organ tiga dimensi. Namun, teknik ini mencapai pengembangan yang signifikan di tangan Warsito P Taruno, doktor lulusan Universitas Shizuoka, Jepang.
Dalam kurun waktu 10 tahun sejak 1988, tomografi dapat dikembangkan dari yang semula 2 dimensi statis menjadi dinamis. Lalu dalam program postdoktoral di Ohio University selama 5 tahun hingga 2003, Warsito berhasil menciptakan tomografi tiga dimensi yang statis dan dinamis.
Kembali ke Tanah Air mulai tahun 2010 Warsito, yang kini staf ahli khusus Menristek, menerapkannya untuk terapi kanker. Menurut dia, ECVT dapat membunuh sel kanker, melalui pancaran listrik statis yang terpancar secara terus-menerus. Gelombang listrik ini dapat mengganggu proses pembelahan sel kanker, hingga menghancurkannya.
Hal ini telah dibuktikan melalui penelitiannya di laboratorium Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Percobaan pada sel kanker menunjukkan ECVT dapat mematikan 30 persen sel kanker dalam waktu tiga hari.
Uji terbatas
Tahap selanjutnya, Warsito merancang prototipe untuk terapi kanker payudara. Alat terapi kanker payudara terdiri dari satu set pakaian menyerupai baju senam atau kutang dan satu panel kontrol elektronik yang terhubung ke elektroda.
Dalam pakaian berbahan khusus ini dipasang dua kutub elektroda yang ditempatkan di antara lokasi tumor atau kanker yang menjadi target. Elektroda tersebut dialiri listrik oleh panel kontrol elektronik berupa kotak kecil yang berisi baterai.
Dalam kondisi aktif, elektroda positif di satu sisi akan memancarkan gelombang listrik magnet yang kemudian ditangkap elektroda negatif di sisi lainnya. Pancaran gelombang listrik ini membentuk medan listrik di antara dua katoda. Karena berada di antara dua kutub elektroda itu, kanker akan terpengaruh oleh medan listrik itu.
Apa yang terjadi jika tumor dipengaruhi gelombang listrik statis itu? ”Gelombang listrik ini akan memengaruhi pembelahan kromosom sel. Akibatnya, sel tumor itu tidak membelah, malah hancur,” urainya.
Sejak Mei 2010
Terapi kanker dengan sistem listrik statis mulai dikembangkan Mei 2010. Alat ini telah diterapkan pada Juni 2010 untuk terapi kanker payudara stadiun 4 yang telah bermetastasis atau menyebar ke kelenjar limpa.
Pasien bersangkutan bahkan telah divonis hanya dapat bertahan selama dua tahun. Untuk menangani kanker, pasien harus menjalani kemoterapi sembilan kali dalam setahun. Terapi ini sangat memberatkan karena sekali perawatan menelan biaya hingga Rp 28 juta. Namun, dengan terapi listrik statis ini dalam waktu sebulan hasilnya telah negatif.
Alat ini juga telah menyebuhkan pasien kanker nesofarink stadium 3, setelah menjalani perawatan selama tiga bulan. Untuk itu dirancang penutup kepala dan wajah. Pasien kanker rahim stadium 2-3 juga dapat disembuhkan. Untuk pasien ini dibuat pakaian berelektroda berupa celana dalam.
Dengan menggunakan pakaian yang dilengkapi elektroda pemancar gelombang listrik itu, terapi listrik statis bisa terfokus. Listriknya menggunakan arus tak langsung dan berdaya rendah hanya 9 volt dan frekuensinya antara 50 kilohertz dan 5 megahertz.
Teknik ini memiliki kelebihan lain, yaitu kecepatan pemindaiannya hanya memakan waktu seperseratus detik.
Terapi dengan alat ini berlangsung selama 24 jam nonstop selama sebulan hingga tiga bulan. Adapun untuk pencegahan, pemakaiannya 8 jam sehari.
Uji klinis
Keberhasilan Warsito dan timnya di Edwar Technology menyembuhkan tiga kasus kanker itu mendapat sambutan dari India yang menawarkan kerja sama dalam melakukan uji klinis di Negeri Gajah itu.
Untuk uji coba itu disediakan 1.000 relawan. Langkah ini akan mengarah pada perolehan sertifikat dari Food and Drug Agency (FDA). ”Jika sertifikat ini dapat diperoleh, akan terbuka aplikasi sistem terapi kanker ini di seluruh dunia,” ujarnya. Jika berhasil, tahun depan India memesan 100.000 unit.
Untuk memperoleh hasil yang optimal, menurut Warsito, harus dilakukan diagnosa kondisi tumor atau kanker, antara lain lokasi dan ukurannya. Dari hasil diagnosa itu baru didesain alat, posisi elektroda, dan komputasi optimal medan listrik yang akan dibangkitkan untuk mematikan kanker. Untuk itu, Warsito dan timnya tengah mengembangkan sistem diagnosa kanker dengan sistem yang sama berbasis tomografi.

10 Rahasia Langsing dari Berbagai Negara


KOMPAS.com — Bukan hanya bagi wanita, bagi pria, berat badan berlebih bisa merenggut kepercayaan diri dan memberikan perasaan tidak nyaman, selain tentunya memperbesar risiko penyakit.
Berat badan yang ideal pada dasarnya dicapai dengan cara mengurangi asupan kalori dibanding yang dikeluarkan. Namun, selain itu, ada tip-tip langsing yang bisa Anda coba dari berbagai belahan dunia berikut ini.
1. Thailand
Masakan ala Thailand tergolong dalam makanan yang paling pedas walau makanan lokal di Tanah Air sebenarnya tidak kalah. Capcaisin dalam cabai diketahui akan meningkatkan metabolisme. Namun, keuntungan utama dari makanan pedas adalah membuat kita makan lebih lambat. Dengan demikian, tubuh akan lebih cepat mengirimkan sinyal kenyang ke otak.
2. Inggris
Salah satu strategi yang diambil warga Inggris adalah mengurangi porsi makanan. Karena itu, jika kebetulan Anda berada di restoran cepat saji di negeri tersebut, pelayan tidak akan menanyakan apakah french fries pesanan Anda dalam porsi besar atau kecil.
3. Brasil
Orang-orang Brasil tetap langsing karena mereka menyukai makanan tradisional berupa nasi yang dimasak bersama kacang merah. Penelitian dalam jurnal Obesity Research menemukan, makanan tersebut tidak hanya rendah lemak, tetapi juga tinggi serat.
4. Polandia
Mayoritas orang Polandia hanya menghabiskan 5 persen dari anggaran mereka untuk makan di luar. Selain lebih sehat, makan bersama di rumah juga bermanfaat untuk meningkatkan ikatan antarkeluarga.
5. Jerman
Menurut survei, 75 persen orang Jerman sarapan di rumah setiap hari. Menu sarapan biasanya terdiri dari sereal atau roti serelia utuh. Kebiasaan sarapan bukan hanya membuat kalori yang diasup saat siang lebih sedikit, tetapi juga membantu konsentrasi.
6. Belanda
Jumlah sepeda di Belanda ada 18 juta, melebihi jumlah penduduknya yang hanya 16,5 juta. Namun, tidak seperti penduduk di negara lain yang sesekali bersepeda, 54 persen orang Belanda menjadikan bersepeda sebagai bagian dari rutinitas, misalnya, untuk ke kantor atau belanja. Rata-rata orang Belanda menempuh ruti 541 mil setiap tahunnya.
7. India
Yoga selama ini dianggap sebagai olahraga untuk meredakan stres serta meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan. Padahal, orang yang berlatih yoga biasanya memiliki berat badan lebih rendah dibanding orang yang tidak berolahraga. Yoga juga bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme dan kesadaran diri, termasuk perhatian penuh pada apa yang kita makan.
8. Jepang
Meski warganya terkenal akan kesibukannya yang tinggi, tetapi mereka selalu menyisihkan 20-30 menit waktunya untuk tidur siang. Tidur yang cukup diketahui bermanfaat untuk menekan hormon lapar, yakni leptin. Makin kurang jam tidur Anda, makin tinggi level leptin dan ghrelin.
9. Meksiko
Orang Meksiko biasanya makan dalam porsi besar di siang hari, yakni pukul 14.00 sampai pukul 16.00, dan mengurangi porsi makan di malam hari.
10. Perancis
Menurut survei, 92 persen keluarga di Perancis makan bersama dengan keluarga setiap hari. Waktu makan merupakan waktunya berkomunikasi. Karena itu, mereka juga mengisi acara makan bersama itu dengan berbincang-bincang. Strategi ini ternyata akan berpengaruh pada makanan yang diasup. Dengan kata lain, karena lebih banyak ngobrol, mereka makan lebih sedikit.

Pola Makan Penurun Kolesterol


Kompas.com - Mengurangi lemak jenuh, terutama lemak yang terdapat dalam daging merah selama ini dianggap sebagai kiat antikolesterol yang paling efektif. Padahal, pola makan yang sarat lemak tidak jenuh jauh lebih efektif untuk menurunkan kolesterol.
Dalam sebuah penelitian di Kanada dan melibatkan 351 partisipan yang memiliki kadar kolesterol tinggi diketahui orang yang menganut pola makan kaya akan lemak tidak jenuh berhasil menurunkan kolesterolnya hingga 13 persen dalam waktu enam bulan. Sementara itu orang yang mengonsumsi makanan rendah lemak saja penurunan kolesterolnya hanya 3 persen.
Pola makan penurun kolesterol yang terdiri dari lemak tidak jenuh itu antara lain penggunaan minyak zaitun daripada mentega, margarin yang diperkaya dengan sterol, alpukat, oatmeal, kedelai, kacang-kacangan seperti almond, hazelnut, kenari, pistachio, dan sebagainya.
Sementara itu kelompok yang memiliki pola makan tinggi serat dan serelia utuh hanya mendapatkan keuntungan penurunan kolesterol 3 persen.
Dalam penelitian itu tidak diberlakukan pengaturan kalori namun secara umum kedua kelompok itu memiliki penurunan berat badan yang hampir sama, antara 1,2 - 1,7 kilogram dalam enam bulan.
Makanan yang mengandung lemak jenuh diketahui akan meningkatkan LDL atau kolesterol jahat serta kolesterol total. Sebaliknya, menyantap lemak tidak jenuh atau jenis lemak yang baik kadar kolesterol akan lebih cepat turun.