Selasa, 11 Oktober 2011

Langsing Tanpa Diet


"Kok nggak mau, sih? Lagi diet, ya?" Pertanyaan yang kerap dilontarkan orang ketika melihat kita menghindari makanan tertentu ini sering membuat kita terbata-bata, takut dibilang banyak aturan, sok sehat, dan lain sebagainya. Padahal, apa salahnya berusaha mengurangi makanan yang memang tidak sehat? Boleh jadi, orang yang mengolok-olok Anda seperti itu sebenarnya sirik karena tidak mampu hidup sehat.
Namun bila Anda memang enggan berdiet, bisa tetap terlibat dalam banyak acara makan-makan tanpa menambah berat badan, sebetulnya bisa saja. Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa perubahan gaya hidup yang kecil pun bisa membantu Anda menurunkan berat badan tanpa ketahuan teman-teman. Tiba-tiba, teman menyadari tubuh Anda sudah langsing. Asyik, kan?

Para ahli meyakini bahwa perubahan perilaku yang tanpa sadar kita lakukan ini lebih efektif daripada menerapkan metode-metode diet yang membutuhkan kemauan kuat untuk mengurangi makanan dan berolahraga.
"Lebih baik membuat perubahan jangka panjang dan bertahap, untuk mengubah bagaimana Anda makan daripada menggunakan kemauan Anda untuk bertahan dari godaan untuk makan," ujar psikolog Roy Baumeister, penulis bukuWillpower: Rediscovering the Greatest Human Strength.

Nah, bila Anda ingin tetap langsing tanpa berdiet, cobalah beberapa trik berikut:

1. Pakailah piring kecil
Menurut studi dari Cornell University, New York, ketika kita makan makanan di  piring yang besar, kita merasa bahwa apa yang kita makan belum terlalu banyak, sehingga kita akan menambah lagi. Sedangkan, ketika kita menggunakan piring yang ukurannya lebih kecil, jika kita memang ingin menambah makanan yang ingin kita makan, walaupun akan terlihat banyak namun sebenarnya kita tetap makan lebih sedikit.

2. Gunakan sendok besar
Studi di Italia menemukan adanya hubungan antara ukuran sendok dengan jumlah asupan makanan. Mereka yang lebih gemar makan dengan menggunakan sendok yang kecil akan mengakibatkan dirinya merasa belum kenyang, sehingga ia ingin makan lebih banyak. Sebaliknya mereka yang menggunakan sendok besar akan lebih cepat merasa kenyang, dan segera menyelesaikan acara makannya.

3. Makanlah bersama teman pria
Menurut pakar psikologi, Meredith Young, perempuan cenderung makan lebih sedikit dari biasanya apabila ada pria yang menemaninya makan. Mereka melakukan kebiasaan ini karena mereka merasa pria tidak akan terkesan dengan perempuan yang selalu makan banyak. Demi langsing, bolehlah jaim sedikit.

4. Perhatikan labelnya
Kebiasaan selalu memperhatikan kandungan nutrisi yang tertera pada kemasan makanan ternyata efektif dan ampuh mengurangi 5 persen lemak dibandingkan mereka yang memilih langsung menyantap makanan tanpa memedulikan kandungan nutrisinya.

5. Hindari penerangan pada malam hari
Menonton televisi atau menggunakan komputer, menggunakan lampu yang terang maupun yang redup pada malam hari, ternyata memengaruhi berat badan. Pada uji coba, penggunaan penerangan dari berbagai sumber tersebut bisa menambah berat badan 50 persen lebih banyak daripada yang mematikan penerangan apapun saat di kamar tidur.

6.  Makanlah di tengah orang yang tak dikenal
Anak-anak cenderung makan lebih banyak bila ada teman yang menemani, ketimbang ketika harus makan bersama orang yang tidak dikenal. Menurut studi dari State University of New York di Buffalo, kebiasaan  ini juga berlaku bagi orang dewasa. Tidak adanya rasa sungkan ketika makan dengan teman sendiri menyebabkan kita makan lebih banyak saat bersama teman-teman. Anda juga lebih mudah menyerah ketika mereka mendesak Anda, "Sudahlah, libur dulu dietnya. Mumpung ditraktir, nih!"
7. Hindari makan dengan teman yang selalu langsing
Ada orang-orang yang secara genetik memang selalu bertubuh kurus. Meskipun makan banyak, tubuh mereka cenderung tetap langsing. Meskipun rasanya tidak adil (karena Anda sudah diet mati-matian tapi berat badan tak juga turun), jangan berpikir kita sama dengan mereka sehingga kita pun tetap mengonsumsi banyak makanan.
(Sherly Lunardi)

Senin, 10 Oktober 2011

5 Manfaat masturbasi bagi cewek


Selama ini masturbasi identik dengan kaum laki-laki, padahal kegiatan ini juga bisa dilakukan oleh perempuan. Ketahui 5 manfaat yang bisa didapatkan perempuan jika melakukan masturbasi.

Masturbasi pada perempuan umumnya jarang menjadi topik pembicaraan. Menurut terapis seks membicarakan masturbasi seharusnya adalah hal yang umum. Seperti dikutip  dari WebMD, Sabtu (23/08/2011) ada 5 manfaat dari masturbasi yang bisa didapatkan perempuan baik secara kesehatan atau pun hubungan, yaitu:

1. Masturbasi adalah hal yang normal
Sebuah penelitian menunjukkan kebanyakan perempuan melakukan masturbasi setidaknya sekali dalam hidupnya, dan frekuensinya bervariasi. Meski begitu banyak perempuan yang merasa bersalah setelah melakukannya, padahal sebaiknya tidak perlu seperti itu.

"Berbagai cara masturbasi adalah normal, karenanya tidak ada satu metode masturbasi yang benar-benar normal," ujar Paul Joannides, PsyD, seorang psikoanalis di Waldport.

2. Masturbasi bisa meningkatkan suasana hati (mood)
Kathleen Segraves, PhD seorang terapis seks dan profesor psikiatri menuturkan masturbasi bisa meningkatkan semangat dan menurunkan kadar depresi, kondisi ini akan memicu suasana hati yang lebih baik. Hal ini ditambah dengan saat masturbasi ia hanya akan fokus untuk dirinya sendiri.

3. Masturbasi bisa meningkatkan kehidupan seks dengan pasangan
Perempuan yang melakukan masturbasi secara teratur akan membantunya meningkatkan kepercayaan seksualnya. Hal ini tentu saja akan meningkatkan kehidupan seksnya dengan pasangan. Selain itu perempuan umumnya lebih sulit mencapai orgasme, sehingga dengan masturbasi bisa membantunya mengerti tentang orgasme.

4. Masturbasi bisa membantu seseorang menjadi santai
Dengan berkurangnya kadar stres di dalam tubuh, maka perempuan akan merasa jauh lebih rileks setelah melakukan masturbasi. Saat masturbasi seseorang akan mulai menikmati dirinya sendiri, hal ini akan membuat hormon stres cortisol berkurang.

5. Masturbasi bisa mengurangi rasa nyeri
Perempuan yang melakukan masturbasi melaporkan bahwa hal tersebut membantunya meringankan kram menstruasi dan gejala PMS (premenstrual syndrome) seperti mudah marah dan mudah tersinggung. Para ilmuwan berspekulasi bahwa beberapa faktor yang terkait dengan orgasme bisa menekan rasa sakit.

Selasa, 04 Oktober 2011

Experience

hari ini niatnya foto-foto di ciwidey, tepatnya di desa cisondari,, tapi rencana itu gagal karena ban motor kempes,, akhirnya cuman makan ja di saung liwet..sambelnya mantap !!!